SELAMATKAN BUMI KITA
Tidak seperti negara-negara eropa yang mempunyai empat musim, Indonesia hanya punya dua musim, yakni kemarau dan hujan. Batas kedua musim tersebut adalah bulan April dan Oktober. Saat bulan April, hujan mulai jarang, bahkan berhenti. Memasuki Oktober, hujan mulai datang.
Keteraturan kedua musim tersebut tampaknya hanya tinggal kenangan. Saat ini, hujan deras di bulan Agustus bukanlah hal yang aneh. Sebaliknya kemarau berkepanjangan hingga bulan Desember, yang mana orang Jawa bilang gedhe-gedhene sumber, bukan lagi menjadi hal yang mengherankan.
Hujan tidak lagi membawa berkah bagi petani, namun kedatangannya justru menjadi momok yang siap mengancam tanamannya bahkan nyawanya. Betapa tidak, fenomena banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hujan yang disertai butiran-butiran es, telah memusnahkan harapan akan kemakmuran datangnya musim hujan.
Demikian pula saat kemarau. Suhu panas di musim kemarau sudah di luar kewajaran. Jika kita amati dan rasakan, semakin tahun panasnya semakin bertambah. Pemanasan global telah benar-benar terjadi. Ini terbukti dari naiknya permukaan air laut tiap tahunnya, sebagai akibat dari mencairnya es di kutub bumi. Apabila ini dibiarkan, daratanpun akan tenggelam. Tidak ada tempat lagi untuk berlindung, meski di puncak tertinggi bumi sekalipun. Mengerikan.
Lantas bagaimana tanggung jawab kita terhadap anak cucu kita? Bukankah bumi ini merupakan titipan dari anak cucu kita yang harus kita jaga.
Belum terlambat. Kalaupun sedikit terlambat, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Sekecil apapun yang kita bisa, sangat berguna bagi kelestarian alam ini.
Mungkin kita tak mampu untuk mencegah penggundulan hutan yang merajalela, karena bukan kapasitas kita. Kita juga tidak bisa mencegah pabrik-pabrik raksasa untuk melubangi ozon dengan gas CO2 nya. Namun tindakan kecil dan remeh seperti mematikan lampu saat tidak diperlukan, menanam pohon, membatasi penggunaan bahan-bahan yang tidak bisa didaur ulang, meminimalkan penggunaan plastik dan stereofoam yang tidak mampu terurai dalam waktu singkat, merupakan tindakan yang sangat berguna bagi kelestarian alam sekaligus menjaga bumi tetap lestari.
Illustrasi dari film 2012
Belum terlambat. Kalaupun sedikit terlambat, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Sekecil apapun yang kita bisa, sangat berguna bagi kelestarian alam ini.
Mungkin kita tak mampu untuk mencegah penggundulan hutan yang merajalela, karena bukan kapasitas kita. Kita juga tidak bisa mencegah pabrik-pabrik raksasa untuk melubangi ozon dengan gas CO2 nya. Namun tindakan kecil dan remeh seperti mematikan lampu saat tidak diperlukan, menanam pohon, membatasi penggunaan bahan-bahan yang tidak bisa didaur ulang, meminimalkan penggunaan plastik dan stereofoam yang tidak mampu terurai dalam waktu singkat, merupakan tindakan yang sangat berguna bagi kelestarian alam sekaligus menjaga bumi tetap lestari.
Illustrasi dari film 2012
