BAHAYA KRESEK HITAM
Kantong kresek begitu akrab dengan kita. Saat beli sesuatu di warung, di pasar, di supermarket, beli gorengan di kaki lima, dll, bisa dipastikan menggunakan kantong kresek sebagai wadahnya. Saat Idul Korban, kantong tsb dimanfaatkan untuk wadah daging korban yang akan dibagikan ke masyarakat. Tidak heran jika tempat sampah kita didominasi oleh kantong kresek tsb.
![]() |
| Tumpukan sampah plastik |
Beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong kresek. Berdasarkan hasil penelitiannya, kantong kresek, terutama warna hitam, merupakan produk daur ulang yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Lebih parah lagi, dalam proses daur ulang itu produsen juga tak memperhatikan riwayatnya. Bisa jadi plastik tsb bekas wadah perstisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah logam berat. BPOM meminta masyarakat tak menggunakan kontong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap. Selain diragukan kebersihannya, kantong kresek berwarna dekhawatirkan mengandung zat karsinogen yang dalam pemakaian jangka panjang dapat memicu kanker.
Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. namun juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin C, dan berlemak/berminyak. Tak berlebihan jika Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Institut Pertanian Bogor menghimbau agar daging korban tidak dimasukkan dalam katong kresek, terutama yang berwarna hitam.
Selain kantong kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jadi sebisa mungkin menghindari kemasan makanan yang mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.Sumber: VIVAnews, Pipiet

Tidak ada komentar:
Posting Komentar